Regulasi Tegangan dan Frekuensi GIPS Menggunakan ELC Topologi AC-AC Konverter 3 Fasa
Main Article Content
Abstract
Energi terbarukan memiliki peran penting dalam pemerataan akses energi listrik terutama di daerah terpencil. Daerah yang terisolasi dari infrastruktur dan akses listrik biasanya memiliki potensi sumber energi terbarukan seperti tenaga air yang dapat digunakan untuk membangun pembangkit listrik. Generator Induksi Penguatan Sendiri (GIPS) dapat mengkonversi energi listrik dengan memanfaatkan potensi tenaga air sebagai media penggerak turbin. GIPS memiliki kelemahan sebagai pembangkit listrik dimana output yang dihasilkan dipengaruhi oleh berbagai kondisi beban dan sisa daya aktif. Penelitian ini akan membahas perancangan Electronik Load Controller (ELC) sebagai sistem kendali keluaran GIPS dengan menggunakan software MATLAB/SIMULINK. Hasil simulasi menunjukkan bahwa karakteristik dasar sistem seperti daya GIPS adalah 2200 Watt, saat menggunakan ELC tegangan dan frekuensi tidak melebihi rentang regulasi, yaitu maksimum 242 Volt dan 51 Hz.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
[2] M. Ardianto, J. Pratilastiarso, and ..., “Electric Load Controller Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro,” … dan Infrastruktur), vol. 2, pp. 1–6, 2019, [Online]. Available: https://pro.unitri.ac.id/index.php/sentikuin/article/download/139/107.
[3] P. G. Chamdareno and E. Dermawan, “Peningkatan Efisiensi Generator Induksi Dengan Beban Kapasitif,” pp. 1–5, 2018.
[4] M. Saleh and A. Amin, “PERANAN KAPASITOR PADA PEMBANGKITAN TEGANGAN GENERATOR INDUKSI SATU FASA,” vol. 4, no. 1, 2019.
[5] E. A. Hakim, R. Pandunengsih, D. Suhardi, and N. Setyawan, “Kontrol Tegangan Self-Excited Induction Generator dengan Electronic Load Controller Terkontrol PID-GA,” IJEIS (Indonesian J. Electron. Instrum. Syst., vol. 10, no. 1, p. 41, 2020, doi: 10.22146/ijeis.54197.
[6] I. Martati and D. Kusrihandayani, “Prosiding 4,” Identifikasi Potensi Kemandirian UMKM di Kota Samarinda Melalui Pelatih. Manaj. Usaha, pp. 124–129, 2020.
[7] M. Suhada, D. Ramdan, and U. Harahap, “(Journal of Electrical and System Control Engineering),” JESCE (Journal Electr. Syst. Control Eng., vol. 3, no. 1, pp. 53–64, 2019.
[8] M. Erdyan Setyo W, Mochammad Rif’an, ST., MT., , Teguh Utomo, Ir., “Perancangan electronic load controller (elc) sebagai penstabil frekuensi pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro (pltmh),” vol. 4, no. 2, pp. 0–5, 2018.
[9] N. Win Aung, “Microcontroller Based Electrical Parameter Monitoring System of Electronic Load Controller Used in Micro Hydro Power Plant,” J. Electr. Electron. Eng., vol. 3, no. 5, p. 97, 2015, doi: 10.11648/j.jeee.20150305.11.
[10] S. L. Luthfiani and K. Krismadinata, “Rancang Bangun AC to AC Converter Tiga Fasa dengan Visual Basic,” JTEV (Jurnal Tek. Elektro dan Vokasional), vol. 6, no. 2, p. 152, 2020, doi: 10.24036/jtev.v6i2.108705.
[11] K. Kunek, “Pemodelan Electronic Load Controller Pada Beban Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Merasap,” J. ELKHA, vol. 7, no. 2, pp. 32–36, 2015.
[12] I. N. Hakim, A. L. Amdrian, A. B. Pradana, and A. N. I. Wardana, “Pengembangan Electronic Load Controller untuk Self-Excited Induction Generator Berbasis Penyearah Tiga Fase Menggunakan Raspberry Pi,” J. Nas. Tek. Elektro, vol. 9, no. 3, 2020, doi: 10.25077/jnte.v9n3.802.2020.