Analisis Daya Tahan Bushing Rumah Roller dengan Penambahan Jalur Pelumas dan O-Ring pada Sepeda Motor Matic
Main Article Content
Abstract
Pada desain standar, bushing rumah roller pada sistem CVT sepeda motor matic tidak dilengkapi jalur pelumas dan O-ring, sehingga pelumasan tidak merata dan komponen rentan terhadap kontaminasi kotoran. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya tahan bushing rumah roller pada sepeda motor matic dengan membandingkan desain standar dan desain modifikasi berupa penambahan satu jalur pelumas dan dua jalur O-ring. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif, dengan menguji satu unit bushing standar dan satu unit bushing modifikasi melalui uji jalan sejauh 4.000 km. Perubahan diameter dalam bushing diukur menggunakan jangka sorong berketelitian 0,02 mm pada jarak 0 km, 2.000 km, dan 4.000 km. Hasil pengujian menunjukkan bahwa diameter dalam bushing standar bertambah dari 24,06 mm menjadi 24,08 mm (selisih 0,02 mm) pada jarak 4.000 km, sedangkan bushing modifikasi tidak menunjukkan perubahan diameter. Rata-rata keausan bushing standar adalah 0,01 mm, sedangkan bushing modifikasi 0 mm. Hasil ini mengindikasikan bahwa penambahan jalur pelumas dan O-ring berpotensi menurunkan laju keausan bushing rumah roller, meskipun kesimpulan ini masih bersifat awal karena keterbatasan jumlah sampel dan jarak uji, sehingga memerlukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih banyak.
In the standard design, the roller housing bushing in the CVT system of automatic motorcycles lacks a lubrication groove and O-ring, resulting in uneven lubrication and susceptibility to dirt contamination. This study aims to analyze the durability of the roller housing bushing on automatic scooter by comparing a standard design with a modified design incorporating one added lubrication groove and two O-ring grooves. A quantitative experimental method was used, testing one standard bushing and one modified bushing through a road test covering 4,000 km. The change in inner diameter was measured using a caliper with 0.02 mm precision at 0 km, 2,000 km, and 4,000 km. The results show that the standard bushing's inner diameter increased from 24.06 mm to 24.08 mm (a 0.02 mm change) at 4,000 km, while the modified bushing showed no change in diameter. The average wear was 0.01 mm for the standard bushing and 0 mm for the modified bushing. These results indicate that adding a lubrication groove and O-ring has the potential to reduce wear in the roller housing bushing, although the conclusion remains preliminary due to the limited sample size and test distance, warranting further research with a larger sample.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
[2] A. M. Rahmat, D. A. Rajab, N. Yusuf, and A. Abdulah, “Analisis material roller CVT racing untuk peningkatan performa sepeda motor Honda Beat 110CC,” J. Teknologika, vol. 12, no. 2, pp. 262–269, 2022, doi: 10.51132/teknologika.v12iNo%202.195.
[3] N. Nicolaus, G. S. Lubis, and M. Ivanto, “Studi pengaruh dan optimasi sistem transmisi pada kendaraan prototype kelas motor listrik Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) menggunakan metode Taguchi,” J. Teknol. Rekayasa Tek. Mesin, vol. 5, no. 1, pp. 22–28, 2024.
[4] R. D. P. S. Susilo, M. Fitri, Kurniawan, S. F. Susilo, and H. Pranoto, “Ulasan: Proses manufaktur dan pengaruh weight roller CVT pada sepeda motor matic,” Pros. Semin. TESME 2024, vol. 1, no. 1, pp. 18–28, 2024.
[5] A. N. Akhmadi and M. K. Usman, “Analisis pengaruh berat roller standard dan racing pada sistem CVT terhadap RPM sepeda motor Honda Beat PGM-FI tahun 2015,” J. Rekayasa Mater. Manufaktur dan Energi, vol. 4, no. 1, pp. 22–31, 2021, doi: 10.30596/rmme.v4i1.6692.
[6] Y. Yeni, D. Supriyatna, and J. Haryana, “Analisis troubleshooting pada CVT (Continuously Variable Transmission) sepeda motor Vario 125,” J. Rekayasa Energi dan Mek., vol. 4, no. 2, p. 90, 2025, doi: 10.26760/JREM.v4i2.90.
[7] Darmulia, D. J. Pabeta, Burtono, and M. Syuaib, “Analisa perbandingan performa motor matic terhadap pengaruh variasi berat roller dan kemiringan rumah roller pada sistem CVT (Continuously Variable Transmission),” Al-Gazali J. Mech. Eng., vol. 1, no. 1, pp. 9–16, 2023.
[8] M. Ghiyats and U. Bambang, “Perancangan mesin pewarna produk bushing semi-otomatis untuk kapasitas 5000 pcs/jam,” in Pros. 12th Ind. Res. Workshop Natl. Semin. (IRWNS), Bandung, Indonesia, 2021, pp. 256–261.
[9] S. Sutarno, N. R. Prabowo, and Mastur, “Analisa laju permukaan keausan pada model uji mekanis bushing kuningan,” Accurate J. Mech. Eng. Sci., vol. 2, no. 1, pp. 32–36, 2021, doi: 10.35970/accurate.v2i1.584.
[10] J. A. S. I. Putra and Y. Kaelani, “Studi eksperimental dan analisa laju keausan roller pada sistem Continously Variable Transmission (CVT) dengan gerakan reciprocating,” J. Tek. ITS, vol. 5, no. 2, pp. A947–A952, 2016, doi: 10.12962/j23373539.v5i2.20807.
[11] R. Ravandi, “Perancangan spiral oil groove tool pada mesin bubut manual,” J. Tek. Mesin, vol. 4, no. 2, pp. 48–51, 2015, doi: 10.22441/jtm.v4i2.1008.
[12] D. Antonius, K. Turnip, P. Atmadi, and A. G. L. Krisnamurti, “Analisis pengaruh jenis pelumas dasar sintetik SAE 10W-40 terhadap daya, torsi dan konsumsi bahan bakar mesin tipe 2NR,” J. METTEK, vol. 5, no. 1, pp. 10–19, 2019, doi: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p02.
[13] K. Y. Utomo, “Analisis ketahanan seal pada batang hidrolik excavator tipe EC200D,” J. Kewarganegaraan, vol. 6, no. 4, pp. 6813–6832, 2022, doi: 10.31316/jk.v6i4.4291.
[14] R. O. Raharjo, M. F. Alamsyah, A. Al Ghafiqi, M. R. Perdana, and Q. A. Laila, “Pengaruh desain produk, harga, fitur, dan daya tahan terhadap keputusan pembelian melalui kualitas produk sebagai variabel intervening,” in Pros. Semin. Nas. Teknol. Ind. Berkelanjutan III (SENASTITAN III), Surabaya, Indonesia, 2023, pp. 1–8.
[15] F. D. Setiawan, A. G. Permana, and M. Ridwansyah, “Penilaian konsumen terhadap keandalan, daya tahan, dan performa produk Samsung,” J. Adm. Bisnis Int., vol. 4, no. 1, pp. 22–27, 2022.
[16] M. Waruwu, S. N. Pu’at, P. R. Utami, E. Yanti, and M. Rusydiana, “Metode penelitian kuantitatif: Konsep, jenis, tahapan dan kelebihan,” J. Ilm. Profesi Pendidik., vol. 10, no. 1, pp. 917–932, 2025, doi: 10.29303/jipp.v10i1.3057.
[17] S. Wulandari, F. Arifin, and I. Malik, “Optimalisasi desain groove untuk meningkatkan kinerja bushing pada roda bogie berbasis simulasi CFD,” Machinery J. Teknol. Terap., vol. 5, no. 3, pp. 140–147, 2024, doi: 10.5281/zenodo.14242112.
[18] S. Widodo, “Pengaruh keausan permukaan baja 410 akibat implantasi ion Cr,” in Pros. Sains Nas. dan Teknol., vol. 5, 2014, pp. 61–64, doi: 10.36499/psnst.v1i1.1000.
[19] F. B. Muhammad, “Analisis perbandingan tipe pelumas berdasarkan wujud pada studi kasus pelumasan pada gearbox sepeda motor,” J. Rekayasa Mesin, vol. 6, no. 2, pp. 137–146, 2015, doi: 10.21776/ub.jrm.2015.006.02.4.
[20] A. K. Sitepu, A. Y. Situmorang, A. A. Pratama, D. B. Butar-Butar, M. I. F. Athallah, and F. Paundra, “Pemeliharaan preventif ball valve pada pipa gas menggunakan metode greasing,” Perwira J. Sci. Eng., vol. 5, no. 2, pp. 202–206, 2025, doi: 10.54199/pjse.v5i2.514.