Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Pada Mapel Pemeliharaan Sasis dan Pemindahan Tenaga Kendaraan Ringan kelas XI TKR SMK Negeri 5 Padang
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan di SMK Negeri 5 Padang melalui penerapan model Discovery Learning dan Direct Instruction. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 58 siswa yang dipilih secara purposive, terdiri atas 27 siswa pada kelas eksperimen dan 31 siswa pada kelas kontrol. Hasil belajar diukur menggunakan tes pilihan ganda, sedangkan keaktifan siswa dinilai melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial, dengan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Rata-rata keaktifan kelas eksperimen mencapai 78,33%, lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 64,17%. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen juga lebih tinggi, yaitu 85,6 dibandingkan 81,4. Meskipun kedua kelompok memperoleh N-Gain kategori sedang (0,459 dan 0,418), perbedaannya tidak signifikan (Asymp. Sig. = 0,154; p > 0,05). Namun, Discovery Learning menunjukkan kecenderungan meningkatkan keaktifan serta hasil belajar siswa.
This study compared student engagement and learning achievement in the Light Vehicle Chassis Maintenance and Power Transmission course at SMK Negeri 5 Padang using Discovery Learning and Direct Instruction. A quantitative quasi-experimental pretest-posttest control-group design was employed. Fifty-eight students participated, including 27 in the experimental group and 31 in the control group. Learning achievement was measured using multiple-choice tests, while engagement was evaluated through classroom observation sheets. Descriptive and inferential statistics were applied. As the data violated the normality assumption, the Mann-Whitney U test was used for hypothesis testing. The experimental group achieved higher engagement (78.33%) than the control group (64.17%) and a higher mean posttest score (85.6 versus 81.4). Both groups demonstrated moderate learning gains, with N-Gain values of 0.459 and 0.418, respectively. However, the difference in achievement was not statistically significant (Asymp. Sig. = 0.154, p > 0.05). Nevertheless, Discovery Learning increased classroom engagement and showed a consistent tendency toward better academic performance overall.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
[2] H. Ryohandoko, M. Marsono, and M. A. Ichwanto, "Pengembangan Modul Pembelajaran Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan untuk Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan,"Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, vol. 9, no. 3, pp. 708–715, 2024.
[3] Y. Fenandes, H. Maksum, W. Purwanto, and E. Indrawan, “Kontribusi Kreativitas dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan,” Mimbar Ilmu, vol. 26, no. 1, p. 39, Apr. 2021, doi: 10.23887/mi.v26i1.31337.
[4] U. Ruslandi, S. Qomariyah, and M. Sumitra, "Peran Metode Pembelajaran Diskusi dalam Menciptakan Keaktifan Belajar Siswa di MAS Tarbiyatul Islamiyah," 2025.
[5] Auliyah, S. Sudding, and S. Sugiarti, “Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIA SMA Plus Budi Utomo Makassar yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Direct Instruction dengan Model Pembelajaran Discovery (Studi pada Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit),” ChemEdu, vol. 3, no. 2, p. 58, Sep. 2022, doi: 10.35580/chemedu.v3i2.36784.
[6] L. Rohayu, M. Muslimin, and E. Ewisahrani, "Pengaruh Metode Pembelajaran Aktif terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa di Sekolah,"INFOTIKA: Jurnal Pendidikan Informatika, vol. 4, no. 2, pp. 76–81, 2025.
[7] M. Pane, D. Eka Citra Dewi, and A. Suradi, “Korelasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dengan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di SDNdn 215 Bengkulu Utara,” ej, vol. 7, no. 1, pp. 141–151, Jul. 2024, doi: 10.37092/ej.v7i1.876
[8] P. Dinda, “Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Script untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar,” Buletin Ilmiah Pendidikan, vol. 2, no. 2, pp. 190–199, Sep. 2023, doi: 10.56916/bip.v2i2.516.
[9] N. Hanipah, I. Nurhikmayati, and V. Suciawati, "Analysis of the Improvement of Student Self-Efficacy in Grade XI of Vocational High School Through the Discovery Learning Model," Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, vol. 9, no. 2, pp. 259–266, 2025.
[10] L. Bahrun, M. T. Parinsi, S. Matandatu, and A. P. Langguna, "The Application of Discovery Learning Model to Improve Simulation and Learning Outcomes Digital Communication of Class X TKJ Students Vocational High School 7 Talaud," International Journal of Information Technology and Education, vol. 2, no. 1, pp. 14–21, 2022.
[11] T. Triyono, "Using the Discovery Learning Model to Improve Students' Activities and Learning Outcomes in Vocational High School,"Vidya Karya, vol. 39, no. 1, p. 30, Apr. 2024, doi: 10.20527/jvk.v39i1.18720.
[12] A. Anisa, K. Kartini, and V. Setyaningrum, "The Effect of the Discovery Learning Model on Science Process Skills of Fifth Grade Students,"Vidya Karya, vol. 39, no. 2, p. 168, Jan. 2025, doi: 10.20527/jvk.v39i2.20748.
[13] N. Nursidah, B. Suharto, and R. Rusmansyah, “PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR,” Vidya Karya, vol. 34, no. 1, p. 26, Jul. 2019, doi: 10.20527/jvk.v34i1.6387.
[14] M. I. H. Chan, E. A. Septia, K. Febrianti, and D. Desnita, "Efektivitas Model Pembelajaran terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika Siswa SMA: Meta-Analisis," Orbita, vol. 7, no. 2, pp. 238–245, 2021.
[15] Tutiliana et al., "Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Pencernaan di SMA Negeri 1 Peusangan," Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 17, no. 1, pp. 143–155, Jan. 2025, doi: 10.35457/konstruk.v17i1.4110.
[16] L. Martir, Y. V. Sayangan, and V. Y. Beku, "Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPAS," Jurnal Pendidikan MIPA, vol. 14, no. 3, pp. 757–766, 2024.
[17] W. C. D. Safitri and N. Mediatati, "Penerapan Model Discovery Learning dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar,"Jurnal Basicedu, vol. 5, no. 3, pp. 1321–1328, 2021.
[18] M. I. Badruttamam and N. R. Pertiwi, "Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Moodle untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa,"Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 23, no. 1, pp. 74–80, 2023.
[19] F. Güneş, “Doğrudan Öğretim Modeli,” Sınırsız Eğitim ve Araştırma Dergisi, vol. 7, no. 1, pp. 1–39, Mar. 2022, doi: 10.29250/sead.1049848.
[20] W. Yanti, "Penggunaan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X IPA 1 SMA Negeri 15 Kota Takengon Tahun Pelajaran 2018–2019,"BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan, vol. 7, no. 2, pp. 115–120, 2019.
[21] E. S. Alfaroq, U. Yudi, A. W. Yanti, and S. Suprijatno, "Efektivitas Model Direct Instruction dengan Media Jendela Geser dan Terintegrasi Nilai Karakter Islami terhadap Hasil Belajar," Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, vol. 10, no. 4, pp. 1629–1647, 2025.
[22] D. Rahmasafitri, A. Suriansyah, and W. R. Rafianti, "Perbandingan Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI) terhadap Hasil Belajar Siswa di Kelas Tinggi pada Mata Pelajaran Matematika,"MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, vol. 2, no. 4, pp. 2171–2177, 2024.