Gambaran Keterampilan Menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) Kerinci

Main Article Content

Yulsa Nona Hera
Syuraini Syuraini

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh baiknya hasil belajar warga belajar pada pelatihan menjahit di BLK Kerinci. Hal ini dibuktikan dengan tingginya hasil belajar peserta pelatihan. Keberhasilan ini diduga karena bagusnya pembelajaran yang dilaksanakan oleh instruktur. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran keterampilan menjahit dilihat dari metode, media dan evaluasi pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi 16 orang warga belajar. Sampel penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angketdan teknik analisis data mengunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran keterampilan menjahit dilihat dari metode yang digunakan diketegorikan baik (2) pelaksanaan pembelajaran keterampilan menjahit dilihat dari media pembelajaran diketegorikan baik (3) pelaksanaan pembelajaran keterampilan menjahit dilihat dari evaluasi diketegorikan baik. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan pelaksanaan pembelajaran warga belajar dari metode, media dan evaluasi dalam mengikuti keterampilan menjahit lebih ditingkatkan lagi agar sesuai dengan tujuan yang yang ingin dicapai.

Article Details

How to Cite
Hera, Y. N., & Syuraini, S. (2020). Gambaran Keterampilan Menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) Kerinci. MSI Transaction on Education, 1(3), 95-102. https://doi.org/10.46574/mted.v1i3.15

References

[1] Arsyad, A. (2014). Media Pembelajaran. Jakarta: Grafindo Persada.
[2] Djamarah, Syaiful Bahri & Aswan Zain. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
[3] Hamdayana. (2016). Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
[4] Kasari, D. Y. M., & Syuraini, S. (2019). Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Keterampilan Menjahit Pakaian di PKBM. JFACE: Journal of Family, Adult, and Early Childhood Education, (2001). http://doi.org/10.5281/zenodo. 3220261
[5] Rochayadi, I. (2014). Jurnal Empowerment. Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Paud Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Guru Di Paud Bougenville Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
[6] Rusman. (2017). Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta: Kencana.
[7] Sanjaya, W. (2012). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
[8] Sardiman, dkk. (2008). Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya. Bandung: Alfabeta.
[9] Sari, P. N., Solfema, S., & Syuraini, S. (2019). The Difference Participant of Wirid Remaja in Wirid Remaja Activities Using and Not Using Powerpoint Media in Kelurahan Air Tawar Timur. SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS), 2(2). http://doi.org/10.24036/spektrumpls.vli2. 9489.
[10] Sugiyono. (2018). metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, dan R &D. Bandung: Alfabeta.
[11] Sumantri. (2000). Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Fakultas Psikologi UNPAD.
[12] Yulidar, Y., Syuraini, S., & Ismaniar, I. (2018). Gambaran Minat Warga Belajar Mengikuti Kegiatan Randai di Sanggar Seni Mustika Minang Duo Kota Pariaman. SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS), 1(2). https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v1i2.9489